Fenomena Wahaby dan Salafy memang sudah lintas profesi dan pendidikan



Fenomena Wahaby dan Salafy memang sudah lintas profesi dan pendidikan,
 
Dari yang sekolahnya hanya sampai SD sampai mereka yang mengenyam pendidikan tinggi S1, S2, S3, S4, S5.. sampai berapa sih..? hihi
Mereka yang mengidolakan simbol, mengidolakan junjungan Muhammad, yang terjadi adalah cerminan budaya yang terimport sampai ke daki-dakinya.
 
Mereka menuhankan Arab, Mereka Menuhankan Hadits, Mereka Menuhankan Nabi...
Sangat mudah membedakannya, mencirikannya, lihat saja penampilannya, maka akan terlihat.
 
Bagi mereka, jenggot, jubah, tata cara makan, minum, menikahi lebih dari satu istri, tata cara berhubungan adalah sebuah keharusan dan mutlak sama ditiru didalam keseharian,
ya karena mereka melihat bahwa Islam itu Arab, Arab itu Islam, apa yang digunakan oleh Nabinya, maka ditiru plek sama.. dan melupakan esensi sebenarnya dari misi yang disampaikan
yaitu Ahlak dan Budi Pekerti.
 
mereka yang menuhankan simbol, Simbol menjadi sekat pemisah diantara mereka yang menuhankan simbol.
 
Andaikan Nabi Muhammad dan Nabi-nabi sebelumnya tidak memiliki kearifan dan kebijaksanaan saat itu.
Mungkin mereka tidak akan menciptakan, bahkan mengakulturasi simbol-simbol tersebut, bahkan ritual-ritualnyapun ditiadakan.
 
Tapi ya itu, Nabi teteup menjaga itu sebenarnya untuk mengikat persatuan diantara umatnya, simbol tersebut menjadi wadah pemersatu suatu faham dan ajaran.
 
Simbol itu harus terlihat agar bisa dikenali, dan menjadi pemersatu, bukan menjadi pemisah dan menyebabkan perpecahan.
Justru banyaknya simbol menjadi penghias warna-warninya kehidupan.
 
Mereka para penyembah simbol, selalu akan merasa risih ketika simbolnya diperlakukan tidak sesuai dengan harapan mereka.
Dan akan melihat dan mengukur seseorang dari simbol yang terlihat tadi,
 
Selalu simbol dan simbol yang dipermasalahkan, seperti kaus kaki yang dipermasalahkan dalam shalat..
Sungguh picik, dangkal,
 
Ketika agama hanya digunakan untuk mengkritik sempurnanya ibadah seseorang, tanpa melihat kedalam bahwa mengkritik tersebut sebenarnya sudah menyalahi dari
sejatinya Agama.
 
Salam sruputan kupi pagi,,,rahayu

Tukang Nulis : R003! 4lf!4n W0eht4r [newrobix@gmail.com] ~ Tekno-Cileungsi

Penulis memiliki hobi mengutak-atik perangkat jaringan dan system infrastruktur.. dan tulas-tulis pada sebuah blog ini yang tujuannya supaya bisa menambah teman dan bertukar informasi.

:: ! ::

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Fenomena Wahaby dan Salafy memang sudah lintas profesi dan pendidikan"

Post a Comment